Nusa Times BACA. FIKIR. BERSUARA.
OCT_Phytoglutide (1)
OCT_Aphrodax (1)
SponsoredAdvertisement
OCT_Dybesol (2) wellnes promo
OCT_Femiluv (1)
OCT_Aphrodax (1)
SponsoredAdvertisement

Ribuan mahasiswa penuhi Malioboro, bawa tujuh tuntutan kepada DPRD DIY

Mahasiswa pelbagai kampus berhimpun di Malioboro sempena dua tahun Prabowo–Gibran. Demonstrasi turut berlangsung di Jakarta, Bandung dan Makassar.

M
Megat Wartawan
October 20, 2026 • 6:42 PM 3 min read • 12 views
Ribuan mahasiswa penuhi Malioboro, bawa tujuh tuntutan kepada DPRD DIY

Ribuan mahasiswa memenuhi Jalan Malioboro, Yogyakarta, untuk berunjuk rasa pada Selasa. — Foto: Ariq Fajar Hidayat / Harian Jogja.

YOGYAKARTA, 20 Oktober 2026 — Ribuan mahasiswa memenuhi Jalan Malioboro di hadapan bangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY), Selasa, bagi menyampaikan tuntutan sempena dua tahun pentadbiran Presiden Prabowo Subianto dan Naib Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Peserta daripada beberapa kampus berucap dan membentangkan kain rentang mengkritik dasar kerajaan. Ketua DPRD DIY, Nuryadi menemui demonstran serta menyatakan kesediaan menindaklanjuti aspirasi mereka.

Antara kelompok yang hadir ialah mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

OCT_Aphrodax (2)
OSTEOK 1
SponsoredAdvertisement

Koordinator Umum Aksi Mahasiswa UII, Troy Amirul Akhmad berkata, lebih 1,000 mahasiswa dari seluruh fakulti universiti itu menyertai demonstrasi. Menurutnya, mereka membawa tujuh tuntutan hasil perbincangan dan penelitian terhadap persoalan nasional.

Tuntutan yang dihuraikan merangkumi penilaian penanganan tragedi Kanjuruhan, peninjauan program strategik nasional, ketelusan pengurusan bahan api bersubsidi serta penguatkuasaan undang-undang bagi kes pencabulan hak asasi manusia terdahulu.

Mahasiswa turut mendesak penangguhan sementara, penilaian dan ketelusan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih. Kritikan lain menyentuh komunikasi kerajaan, pengecilan kabinet, kecekapan perbelanjaan dan penglibatan tentera dalam urusan awam.

Mahasiswa UII bergerak menuju Titik Nol Kilometer Yogyakarta
Mahasiswa UII bergerak menuju Titik Nol Kilometer Yogyakarta untuk berunjuk rasa pada Selasa. — Foto: Catur Dwi Janati / Harian Jogja.

“Kami akan menindaklanjuti aspirasi kalian semua,” kata Nuryadi.

Beliau turut mengingatkan peserta supaya menyampaikan pandangan tanpa mencetuskan kekecohan.

Sebelum itu, mahasiswa HMI tiba sekitar tengah hari, disusuli kelompok UGM dan UII. Peserta UMY yang tiba sekitar 1 petang kemudian berjalan menyusuri Malioboro menuju Titik Nol Kilometer kerana kawasan bangunan dewan telah dipenuhi peserta lain.

Demonstrasi di Yogyakarta itu berlangsung ketika mahasiswa dan kelompok masyarakat turut mengadakan perhimpunan di beberapa bandar Indonesia sempena dua tahun pentadbiran Prabowo–Gibran.

Di Jakarta, ratusan peserta berhimpun di Tugu Tani dengan kawalan polis, menurut ANTARA. Sebahagian Jalan Menteng Raya menuju Stesen Gambir terhalang akibat perhimpunan, menyebabkan kesesakan, menurut laporan IDN Times pada 4.34 petang waktu Indonesia Barat.

Laporan Liputan6 pada 5.15 petang waktu tempatan turut merekodkan penduduk mengagihkan makanan percuma kepada mahasiswa dan peserta lain di Tugu Tani.

Perhimpunan itu membawa tuntutan berkaitan penanganan kebakaran hutan, ekonomi, kebebasan awam, rasuah dan kos pendidikan.

Di Bandung, mahasiswa dan kelompok masyarakat mengadakan demonstrasi di Jalan Asia Afrika. Peserta daripada Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung serta gerakan Dago Elos Melawan menyuarakan bantahan terhadap monopoli tanah dan upah rendah.

Sementara itu, di Makassar, demonstrasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar di pejabat sementara DPRD Sulawesi Selatan diwarnai insiden saling menolak dengan anggota Satuan Polisi Pamong Praja.

Laporan SulawesiPos yang diterbitkan pada 4.19 petang waktu Indonesia Tengah menyebut peserta membawa isu ketidaksamaan pendidikan, kebakaran hutan serta penilaian terhadap prestasi kerajaan.

Artikel Berkaitan Terdahulu:

Kain rentang Greenpeace di Patung Selamat Datang diturunkan selepas kritik kerajaan

Dua tahun Prabowo-Gibran, mahasiswa Indonesia dijadual turun ke jalanan hari ini

OCT_Phytoglutide (3)Advertisement